Laman

SPEAKER AKTIF KADER SENIOR PKS

ROMAITA

Oleh Akhid Nur Setiawan

" …dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar… " (Al Anfal 17)

Mungkin kita sudah sering mendengar kisah atau melihat video sebuah tank tempur penjajah meledak begitu saja saat diketapel oleh bocah intifadhah. Mungkin kita juga pernah mendengar cerita santri yang melihat kiai nya mengambil tanah lalu melemparkan tanah itu ke langit yang sedang dilalui pesawat tempur penjajah dan dhuarr! Ya, serupa saat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam meminta sahabat Ali bin Abi Thalib mengambilkan segenggam pasir untuk dilemparkan ke arah musuh sehingga tak ada satupun musuh yang matanya tidak terkena pasir itu.

Tombak, pedang, anak panah, dan perangkat apapun yang digerakkan kaum muslimin untuk melawan musuh-musuh Allah, hakikatnya bukan kaum muslimin yang melempar tapi Allah-lah yang melempar. Jangan pernah ragu melempar ke arah musuh sekalipun yang kita lempar hanya segenggam kerikil. Yakinlah semua itu akan tepat sasaran karena Allah yang menginginkannya tepat sasaran.

Allah bisa mengutus angin, hujan, dan tentara-tentara yang tak kasat mata untuk meniupkan rasa gentar lalu memporak-porandakan pasukan musuh. Selain itu ternyata Allah juga memasukkan ikhtiar melempar ke arah musuh sebagai bagian dari pertolongan-Nya untuk mendatangkan kemenangan. Sesederhana melempar batu yang secara teknis peluangnya kecil sekali untuk bisa memukul jatuh pesawat musuh, jika Allah yang dibela, Allah-lah yang melemparnya dan tak ada yang mustahil bagi-Nya.

Strategi, perlengkapan, dan keterampilan apapun yang kita kuasai, lemparkanlah, gunakan untuk memperjuangkan agama Allah. Tidak perlu menunggu harus punya ini itu, karena Allah tak butuh fasilitas lengkap sebagai alasan untuk memberikan pertolongan dan kemenangan kepada kaum muslimin, cukup: lempar. Tak ada yang boleh berani meremehkan jika seorang mujahid sudah bergerak, seremeh dan selemah apapun gerakannya, karena gerak mereka di bawah bimbingan Ilahiyah.

Seorang kader PKS senior membopong speaker aktif jadul untuk nonton bareng pengajian. Jangan meremehkan suara speaker aktif seken yang dibeli dua puluh tahun yang lalu itu. Ia memang kusam, tak bisa memutar memori USB flashdisk atau micro SD, colokannya pun harus digerak-gerakkan agar bisa menyala, tapi ia menjadi saksi bahwa sekalipun diliputi berbagai keterbatasan, kita harus terus bergerak.

Sabtu hingga Ahad 21-22 Oktober 2023 kader PKS Turi mengadakan acara menginap di masjid Bin Ghuromah. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan Pelatihan Cinta Al Quran 3 yang diadakan oleh DPD PKS Sleman online dan offline sejak Jumat. Dalam taujihnya, ustadz Abdul Aziz Abdur Rauf mengatakan, "Indonesia itu jumlah kaum musliminnya keren ya, minimal ada 200 juta, tujuh puluh delapan tahun belum pernah memimpin secara maksimal negeri ini. Kemana aja mereka?"

Bismillah. Semoga 2024 nanti akan hadir pemimpin-pemimpin yang dinantikan, yang amanah, penuh rahmah, adil, bersih dan berkah, untuk semua. AMIN.

*) Caleg DPRD Propinsi DIY dapil 6 (Sleman Utara)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar