JOB OVERLOAD

JOB OVERLOAD

Oleh Akhid Nur Setiawan

Di sebuah kantor terpasang kipas angin tempel berwarna putih, tepatnya di tengah dinding yang menghadap barat bagian atas, posisi yang pas untuk bisa menyebarkan angin ke seluruh ruangan. Berbulan-bulan kipas angin itu hanya bisa berputar, tidak geleng-geleng ke kiri dan ke kanan sebagaimana kipas angin pada umumnya.

Tak ada seorang pun pegawai di ruangan itu yang berusaha memperbaikinya. Semua hanya berkesimpulan sama: kipas angin itu rusak.

Apakah ada komponen mesin yang aus atau apa penyebabnya? Entahlah, semuanya seperti pasrah menerima bahwa kipas itu hanya bisa mengirimkan angin ke satu arah, tidak menyebar seperti sebelum ia rusak.

Sampai suatu saat salah satu di antara mereka mencoba membongkar kipas angin itu.

"Sekalian, mumpung ada obeng yang digunakan untuk memperbaiki dispenser tadi," katanya.

Ketika semua komponen bagian depan kipas angin dilepas hingga tersisa besi as-nya lalu coba dinyalakan, ternyata bisa geleng-geleng.

"Lha ini bisa muter!" serunya.

Ia pun memasang baling baling kipas dan ternyata juga bisa geleng-geleng.

"Lalu masalahnya apa?"

Dipasangnya semua komponen depan seperti semula.

"Lhoh, kok tidak bisa geleng-geleng lagi?"

"Berarti keberatan itu. Coba tutup depannya nggak usah dipasang!" kata salah seorang dari mereka.

Tutup paling depan kipas angin pun dilepas dan ternyata benar: kipas angin itu bisa kembali geleng-geleng.

Ternyata performa kinerja alat yang tidak sesuai dengan standar target itu bukan karena apa-apa, hanya kelebihan beban. Ia sudah terlalu lama bekerja mendinginkan ruangan tanpa henti sepanjang jam kerja pegawai hingga akhirnya tak mampu lagi menanggung beban yang dulunya bisa ia tanggung.

Kini kipas angin itu bisa berputar dan geleng-geleng kembali seperti sebelumnya. Angin tetap bisa menyebar ke kiri dan ke kanan meskipun harus bekerja tanpa penutup di bagian depan.